Namada Biogfi Abu Amru Abdurrahman Al-Auza’i. Nama sebenarnya adalah Abu ‘amr Abdurahman bin amr Asy Syamy ad Dimasqy. Ia seorang fiqh di Syam di masanya. Dilahirkan pada tahun 88 H. Penduduk Syam dan Maghribi bermadzhabkan beliau sebelum bermadzhab dengan Malik. Beliau seorang Ulama Tabi’it Tabi’in, menerima hadits dari golongan Tabi
BiografiAlfred Nobel - Penemu Dinamit Muhamad Nurdin Fathurrohman. Al-Auza'i. Albert einstein. Albertus Soegijapranata. Al-Biruni. Al-Farabi. Alfia Reziani. Al-Ghazali. Ali Al-Madini. Imam Nahrawi. Indra Bekti. Indroyono Soesilo. Ireng Maulana. Irwan Yusuf. Iskandar Muda. Iskandar Zulkarnain.
ImamAl Bukhori rahimahullah telah membuka bab khusus dalam Kitab Ash Shoum pada shahih beliau: بَابُ صَوْمِ الصِّبْيَانِ. “Bab (tentang) Puasanya Anak-anak.”. Kemudian Imam Al Bukhori pada bab yang sama menyebutkan secara mu’allaq (tanpa merinci jalur sanadnya) atsar Umar bin Al Khoththob radhiyallahu anhu dengan
Vay Tiền Nhanh. Biografi Imam Al-Auza’iAl-Auza’i 88–157 HNama beliau adalah Abdurrahman bin Amr bin Yahya Al-Auza’ dikenal dengan nama nisbahnya, Al-Auza’i, nisbah ke daerah Al-Auza’, salah satu wilayah di Damaskus. Beliau dilahirkan pada tahun 88 H dan mengalami masa kanak-kanak dalam keadaan yatim. Namun, sejak kecil, beliau senantiasa berusaha memperbaiki layaknya ulama lainnya, beliau melakukan perjalanan menuju Yamamah dan Bashrah sebagai petualangan dalam menuntut dan murid Al-Auza’iBeliau mengambil hadis dari Atha’ bin Abi Rabah, Qasim bin Makhimarah, Syaddad bin Abu Ammar, Rabi’ah bin Yazid, Az-Zuhri, Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, Yahya bin Abi Katsir, dan sejumlah ulama besar dari kalangan tabiin lainnya. Diceritakan juga bahwa beliau sempat mengambil hadis dari Muhammad bin Sirin di waktu Muhammad bin Sirin daftar para ulama yang menjadi murid beliau antara lainSyu’bah, Ibnu Mubarak, Walid bin Muslim, Al-Haql bin Ziyad, Yahya bin Hamzah, Yahya Al-Qaththan, Muhammad bin Yusuf, Al-Faryabi, Abu Al-Mughirah, dan sejumlah ulama untuk Al-Auza’iSelama hidupnya, Imam Al-Auza’i lebih banyak disibukkan dengan berdakwah dan mengajarkan Zur’ah mengatakan“Pekerjaan beliau adalah menulis dan membuat risalah. Risalah-risalah beliau sangat menyentuh.”Walid bin Mazid mengatakan“Saya belum pernah melihat beliau tertawa terbahak-bahak. Apabila beliau menyampaikan kajian yang mengingatkan akhirat, hampir tidak dijumpai hati yang tidak menangis.”Beliau Walid bin Mazid juga mengatakan“Saya belum pernah melihat orang yang lebih rajin beribadah melebihi Al-Auza’i.”Al-Haql mengatakan“Al-Auza’i telah menjawab dan menjelaskan permasalahan.”Sementara, Al-Kharibi mengatakan“Al-Auza’i adalah manusia terbaik di zamannya. Beliau layak untuk mendapat jabatan khilafah.”Bisyr bin Mundzir mengatakan“Saya melihat Al-Auza’i seperti orang buta, karena khusyuknya.”Disebutkan bahwa beliau menghidupkan malamnya dengan salat dan membaca Alquran sambil Al-Auza’iAda beberapa nasihat yang pernah disampaikan Al-Auza’i, di antaranyaBeliau pernah mengatakan kepada Walid bin Mazid“Apabila Allah menghendaki keburukan untuk suatu kaum, Allah membuka pintu suka berdebat’ dan Allah sulitkan mereka untuk beramal.”Beliau juga menjelaskan akidah ahlus sunnah, sebagaimana yang diceritakan oleh Muhammad bin Katsir Al-Mashishi, bahwa beliau mendengar Al-Auza’i mengatakan“Kami dan para tabiin, semuanya, berpendapat bahwa Allah berada di atas Arsy, dan kami beriman terhadap semua keterangan tentang Allah yang terdapat dalam sunah.”Beliau menasihatkan agar manusia senantiasa berpegang dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa diriwayatkan Amir bin Yasaf, bahwa beliau mendengar Al-Auza’i mengatakan“Apabila kamu mendengar hadis dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, janganlah kamu mengambil pendapat orang lain, karena beliau adalah mubalig penyampai berita dari Allah.”Beliau juga menasihatkan“Tidaklah seseorang berbuat bid’ah kecuali pasti akan dicabut sifat wara’-nya”.Dari Abu Ishaq Al-Fazari, bahwa Al-Auza’i menasihatkan“Ada lima hal yang dipegangi para sahabat dan tabiin berpegang teguh dengan jamaah pemerintah, mengikuti sunah, memakmurkan masjid rajin shalat berjamaah, membaca Alquran, dan berjihad.”Ibnu Syabur mengatakan bahwa Al-Auza’i pernah menasihatkan“Barang siapa yang mencari-cari pendapat-pendapat aneh yang menyimpang dari para ulama, niscaya dia akan keluar dari Islam.”Walid bin Mazid menceritakan bahwa Al-Auza’i mengatakan“Celakalah orang yang mendalami ilmu untuk masalah selain ibadah dan orang yang berusaha menghalalkan hal yang haram dengan syubhat.”Beliau juga pernah berpesan dengan satu perkataan yang indah dan cukup terkenal, sebagaimana diriwayatkan oleh Walid bin Mazid beliau mendengar Al-Auza’i mengatakanعَلَيكَ بِآثَارِ مَن سَلَفَ وَإِن رَفَضَكَ النّاسُ وَإِيّاكَ ورَأيَ الرِّجَال وَإِن زَخْرَفُوهُ بِالقَولِ فَإِنَّ الأَمرَ يَنجَلِي وَأَنتَ عَلَى طَرِيقٍ مُستَقِيم“Berpegang-teguhlah dengan atsar riwayat para ulama salaf, meskipun masyarakat mengikuti pemikiran manusia, meskipun mereka menghiasi semua perkara akan tampak dalam keadaan engkau berada di jalan yang lurus.”Wafatnya Al-Auza’iBeliau sangat dimuliakan oleh Khalifah Al-Manshur. Khalifah sangat memerhatikan nasihat-nasihat Al-Auza’i. Sampai akhirnya, beliau pernah ditawari untuk menjadi hakim oleh Khalifah, namun beliau akhir hayatnya, beliau berangkat ke Beirut dan melaksanakan tugas ribath menjaga daerah perbatasan dan meninggal dunia di sana. Warisan yang beliau tinggalkan ketika beliau wafat hanya enam dinar, dan itu merupakan sisa dari sedekah yang dia berikan. Semoga Allah merahmati Imam Al-Auza’ KitabAdz-Dzahabi, Tadzkirah Al-Huffazh, Al-Maktabah Asy-Syamilah, no. urut 177
biografi imam al auza i